KOTA MOJOKERTO MAJU MELANGKAH AYO BERBENAH

Rabu, 18 November 2015

HJ. ETIK RUSMININGSIH TALKSHOW DI GEMA FM.




           
Hj. Etty Rusminingsih ketua Unit Peningkatan Pendapatan Kesejahteraan Keluarga (UPPKS) “ Kartini “, mendapatkan undangan khusus untuk menjadi narasumber di Radio Gema FM. dalam program Talkshow.   Dialog interaktif melalui 90,5 M.Hz berbicara masalah peningkatan dan pemberdayaan perempuan melalui UPPKS. Program talkshow kali ini adalah kerjasama Raio GEMA FM. dengan Kantor Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) kota Mojokerto.
            Dihadirkannya Etty ini lantaran ingin mendapatkan pengalaman darinya atas keberhasilannya dalam mengelola UPPKS terbaik tingkat Kota Mojokerto.  Etty tergolong pegiat organisasi yang ulet dan handal. Hampir semua organisasi yang dipimpinya membuahkan hasil dan manfaat  bagi masyarakat.  “kalau menjadi  juara itu bukan tujuan utama, akan tetapi ketika sebuah organisasi dijalankan sesuai dengan tujuannya maka kejuaraan itu akan mengikuti dengan sendirinya” kata Etty saat ditanya Any Rosary moderator radio Gema Fm yang memandu acara ini.
            Secara singkat Etty menjelaskan, bahwa UPPKS” Kartini” berdiri  tanggal 26 Maret 2010, dengan 10 orang anggota. Kemudian pada tahun 2011 baru mendapatkan stimulant modal dari KBPP sebesar 1 juta,600 ribu rupiah. kemudian oleh para anggota dikembangkan dengan membuat iuran wajib setiap bulan. kegiatan pertemuan dilakukan setiap tanggal 20 setiap bulan sekali dengan seliuruh anggota.  Kegiatan usaha anggota UPPKS “Kartini” antara lain penjual Bakso, Usaha Me Ayam,Kue Basah, Jamu, Penjahit, dan yang lainnya. Anggota  UPPKS kini berjumlah 22 orang.
            Prinsip mengelola organissi menurut Etty adalah harus ada keterbukaan.  Semua dibicarakan bersama-sama, segala keputusan harus melalui proses musyawarah.  Pada bulan juni 2015 ini UPPKS membagi SHU dan Jasa tabungan simpanan pokok dengan jumlah total sekitar 30 juta rupiah.  Sementara  simpanan modal yang akan digulirkan lagi sebesar 8 juta rupiah.  Direlisasikan pada bulan juni ini berdasarkan keputusan bersama karena akan digunakan untuk biya sekolah dalam memasuki tahun ajaran baru.(gus)
Ini asset UPPKS Kartini mencapai…… setiap tahun masing-masing anggta mendapatkan sisa hasil usaha.
Selain Hj. Etyk, narasmber yang lain yang hadir Indriati dan Ririn yang menjelaskan mengenai program UPPKS tingkat Kota Mojokerto. ((gus)

BANK SAMPAH SETUNGGAL JUARA II LOMBA DAUR ULANG TINGKAT KOTA


 
           
Lomba Daur ulang sampah plastic yang diselenggarakan oleh Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Mojokerto, Bank Sampah “Setunggal” RW.01 Lingkungan Balongcok Kelurahan Balongsari berhasil meraih juara kedua. Lomba kali ini difokuskan pada pembuatan bunga yang berbahan kresek bekas atau sejenis plastik.  Lomba kali ini diikuti oleh seluruh Bank Sampah se-Kota Mojokerto.  Bank Sampah “setunggal” menugaskan Ny. Umi Eko dan Ny. Sispriatin Edy untuk mengikuti lomba membuat kerajinan bunga-bungaan.
            Untuk kompetisi kali ini Bank Sampah “Setunggal” menampilkan bunga Matahari.  Bahan dasarnya adalah bekas botol Aqua dengan dicat warna kuning dan hijau untuk warna daun kemudian ditambah dengan bekas manic-manik baju sebagai putih sarinya.  Sementara pas bunganya juga diambilkan dari bekas botol Pokari yang agak besar.  Untuk bunga matahari ini tingkat kesulitan agak tinggi dan membutuhkan waktu yang agak lama.  Sebab harus memotong, mengecat lalu dikeringkan dan dirangkai.  Sementara peralatan yang dipakai antara lain Tank, gunting, obeng dengan bahan tambahan bekas tali ravia untuk melilit batang.  Batang pohon pun diambilkan dari cabang pohon salam untuk mendapatkan model pohon secara alami.
            Alhasil bunga Matahari karya Bank Sampah “Setunggal” meraih juara II tingkat Kota Mojokerto.  Sementara Juara I diraih oleh Bank Sampah Putri Ayu Kelurahan Kedundung dan juara III diraih oleh Bank Sampah Makmur sejahtera Kelurahan Prajuritkulon. Atas prestasi ini Bank Sampah “Seunggal meraih hadiah berupa uang pembinaan sebesar 3 juta rupiah ditambah dengan Tropy.
            Ny. Sispriatin ketua Bank Sampah “Setunggal“ ini bilang, Bank Sampah yang dikelolanya baru saja berdiri sekitar 4 bulan lalu.  Karena kekompakan warga dan semangat para kader akhinya kegiatan memilah dan memilih sampah dan menimbang ini bisa bejalan.  Saat ini uang kas hasil penjualan dari warga yang tekumpul hampir 5 juta rupiah dan akan dibagikan menjelang Hari Raya Idul Fitri.  Sementara hadiah lomba digunakanuntuk kepeluan sarana dan prasarana Bank Sampah yang belum tersedia.  Misalnya almari untuk Display produk dan timbangan derdiri serta yang lainnya. sebelum lomba kader Bank Sampah ini sudah diberi pelatihan oleh KLH sehingga para kader ini sudah memiliki keterampilan.  “ kini sampah kering yang terbuang karena semua bisa jadi uang” kata Sispriatin yang juga sebagai kader motivator. (ri)
           

RW.01 BALONGCOK JUARA III LOMBA KAMPUNG BERSERI TINGKAT KOTA MOJOKERTO


 
           
Prestasi yang terus mengalir diraih oleh warga RW.01 Lingkungan Balongcok Kelurahan Balongsari.  Walau belum sebagai the best atau juara I namun prestasi ini sangat membanggkan.  Setelah meraih juara II dalam lomba daur ulang sampah oleh Bank Sampah “Setunggal”, kini RW.01 juga meraih juara III dalam lomba kampong berseri  tingkat Kota Mojokerto. Lomba Kampung berseri ini diselenggarakan oleh Kantor LingkunganHidup (KLH) Kota Mojokerto.
            Penyerahan hadiah oleh Walikota Mojokerto bersamaan dengan kegiatan upacara Hari Jadi Kota Mojokerto ke 97 yang bertempat diAloon-aloon sabtu, 20/6/205. Hadiah berupa uang pembinaan sebesar 6 juta rupiah dan thropy. “Alhamdulilah akhirnya kerja keras warga membuahkan hasil” kata Eko Subandi ketua RW.01 Lingkungan Balongcok usai menerima hadiah tersebut.
            Menurut Eko hadiah-hadiah yang diterima akan dikembalikan kepada warga untuk melanjutkan  kegiatan penataan lingkungannya.  Program penghiauan yang dilakukan memang belum menyeluruh ke wilayah RW, saat ini masih fokus di gag,wiryo, untuk gang 6 denagn sungaiEmpunala serta gang-gang kecil belum tersentuh.  Setelah ini akan dilanjutkan.  Eko mengaku baru beberapa bulan ini pihaknya melakukan gerakan penataan lingkungan.
            Setelah mengikuti pelatihan dari KLH, kemudian warganya diajak untuk study banding melihat lokasi yang berhasil di Jambangan Surabya beberapa waktu lalu.  Setelah itu warga benar-benar termotivasi dan tergerak hatinya untuk bisa mengikuti kegiatan yang sama di Lingkungannya. Bersamaan dengan pendampingan dari KLH RW.01 ini terus bebenah diri. 
            Selain mendirikan Bank Sampah, penghijauan dilaksanakan bukan hanya penataan pot bunga di sepanjang gang, namun pembuatan vertical garden. Untuk ini warga memanfaatkan tempok yang kosong dan kusam seperti di belakang pasar burung.  Dulu tembok ini kosong dan kusam, sekarang sudah terlihat hijau dan indah.  Karena para kader ini memanfaatkan botol bekas untuk dijadikan pot dan ditempel di  tembok tersebut diisi dengan tanaman – tanaman yang bisa merambat.  “ Bunga – bunga tidak perlu mahal yang peting hijau dan ditata dengan baik”. Kata Bambang yang juga kader Lingkungan. “Saat melintas Gg. Wiryo RW.01LingkunganBalongcok anda pasti kagum bersih dan hijau” . kata orang-orang yang sedang lewat menuju Jln. Benteng Pancasila.
            Kini kawasan RW.01 benar-benar sudah berubah menjadi bersih dan hijau.  Bukan itu saja, Bank Sampah juga mengajak warganya untuk membat lampion dari sendok plasik .  sehingga kini setiap rumah wajib memasang lampion dan ini sudah dilaksaakan. “setiap rumah sudah terpasang lampion berwarna warni’ kata Sispriatin ketua Bank Sampah :Setunggal’.
Penataan lingkungan tidak hanya berhenti sampai pada event lomba saja, karena masih ada pendampingan dari KLH selama 3 bulan.  Sementara bulan puasa ini libur kegiatan sosialisasi dan akan dilanjut setelah hari Raya Idul Fitri.
Keberhasilan para pemenang dalam lomba Kampung Hijau ini menurut hasil penilaian dewan jurai diantaranya adalah tingginya tingkat partisipasi masyarakat.  Seperti yang dilakukan oleh warga Balongcok, semua warga.  Hal ini dapat dilihat setiap rumah didepannya sudah tertata sederetan pot bunga dengan yang dibelinya secara swadaya.  Kegiatan Bank Sampah juga berjalan dengan efektif.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pengurus RT/RW dan kader lingkungan serta pengurus Bank Sampah tentu sesuai dengan criteria penilaian dalam lomba.  Selain penghiauan juga terdapat pemanfaatan daur ulang dengan 3 R Reuse, Reduse, Recycle. Tulisan himbauan yang terpampang ditempat umum juga sudah tersedia.  Gerakan ini membuat warga merasa senang dan ikhlas menjalaninya. “walau harus kerja bhakti tiap hari asyk hoo…” kata cak nardi salah satu kader lingkungan.  (ri)
                                                                                                                                                 

EMPUNALA DI WAKTU MALAM JADI WISATA PKL


Jalan Empunala Merupakan pintu gerbang utama menuju pusat Kota Mojokerto dari ara Surabaya. Posisi membentang dari timur ke barat sekitar 3 Km. Kota Mojokerto terdiri dari  2 ( dua )Kecamatan dan 18 (delapan belas) Kelurahan.  Jalan Empulana menjadi bagian dari Kelurahan Balongsari yang juga berdekatan dngan eKelurahan Kedundung.
            Kelurahan Balongsari Kebagian mulai pasar Burung hingga pemandian Sekarsari. Akses ini merupakan pusat kota bagi warga masyarakat perumahan wates, Magersari, dan Kelurahan Kedundung. Sehingga mulai pagi sampai malam lalu lintas selalu padat. Pada mulanya jalan Empunala dikenal dengan nama sumolepen sampai dengan saat ini. “Pada waktu itu kondisi jalan masih sangat jelek dengan sungai yang kotor banyak Mucikari sepanjang sungai” demikian kata Gandung salah satu warga Balongsari yang berdomisili di Sumolepen sejak tahun 1967 silam.
            Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya roda pemerintahan maka jalan sumolepen mengalami beberapa kali perbaikan hingga saat ini menjadi jalan empunala, sebagai jalan protocol. Adanya program penghijauan dan penataan Kota dari pemerintah daerah menjadikan kota Mojokerto lebih hijau dan indah. “tapi sayangnya seratus taman di sepanjang Jln. Empunala masih kurang menawan” kata Hari warga Balongcok.            Pada malam hari,diantara semaraknya lampu jalan banyak terdapat kedai-kedai makanan yang bermunculan, mulai dari timur (pasarburung) sampai k barat (lampumerah gajah mada atau yang biasa disebut dengan perempatan pemandian), ada warung kopi (baik konvensional maupun warung kopi ala cafe modern), warung nasi goreng, tahu tek, mie ayam, sate ayam, warung susu, martabak, dsb. Dengan bermunculnya pedagang-pedagang makanan di sepanjang jalan Empunala berarti akan membantu meningkatnya tingkat ekonomi masyarakat.
            Secara tidak langsung di sepanjang menjadi  wisata kuliner.  Terlebih lagi pada malam hari terutama malam minggu menjadi tempat mangkal komunitas “SUZUKI SATRIA” akan menambah keramaian sudut empunala ini. Geliat  munculnya pedagang-pedagang kuliner di sekitar jalan Empunala menunjukkan bahwa  kegiatan ekonomi masyarakat semakin meningkat dan akan meningkatkan tingkat pendapatan masyarakat. Semakin banyak bermunculan pedagang kuliner berarti semakin banyak pilihan untu kmenikmati kuliner di Empunala.
            Adanya pojok keramaian Empunala ini, harapan kita akan memacu masyarakat khusus nya warga Balongsari untuk berusaha dan bermotivasi mencar I  peluangusaha untuk membantu meningkatkan pendapatan keluarga.(Nr)

RAT KOPERASI WANITA LESTARI JAYA



           
Salah satu kewajiban koperasi sesuai anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) adalah Rapat Anggota Tahunan (RAT).  Hal ini seperti yang dilakukan oleh Koperasi Wanita “Lestari Jaya” Kelurahan Balongsari.   RAT yang dilaksanakan pada tahun buku 2014 lalu bertempat di Aula Kelurahan Balongsari. 
            Ketua Koperasi   Wanita “Lestari Jaya” Indah Sanusi mengatakan, RAT dilaksanakan setiap tahun sekali dengan diikuti oleh seluruh anggota.  Dalam RAT ini akan disampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan selama satu tahun sekaligus menyampaikan rencana kerja pengurus tahun berikutnya.  Keputusan tertingi koperasi adalah pada RAT, maka kesempatan ini digunakan untuk berdiskusi antara pengurus dengan anggota.
            Kopwan “ Lestari Jaya “  Kelurahan Balongsari berdiri tanggal 18 Mei 2010 semula beranggotakan 20 orang.  Modal dari simpanan pokok sebesar 25 ribu rupiah dan simpanan wajib sebesar 5 ribu rupiah.  Sampai saat ini modal bergulir berkembang menjadi lebih dari 58 juta rupiah. Selama ini modal hibah yang diterima sebesar 25 juta rupiah berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
            Kopwan “ Lestari Jaya “ bergerak dibidang usaha simpan pinjam besar pinjam. Jumlah anggota berkembang menjadi 42 orang namun untuk memaksimalkan manfaat dan mengefektifkan kegiatan, pengurus telah mengadakan seleksi anggota sehingga kini menjadi 39 orang yang terbagi menjadi 3 Kelompok. Teknis peminjaman secara berkelompok dengan system tanggung renteng dan masing-masing kelompok sebanyak 10 orang dengn pinjaman sebesar 20 juta rupiah.
            Dengan koperasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, utamanya bagi mereka yang memiliki usaha agar dana pinjaman tersebut dapat membantu meningkatkan usaha mereka baik secara berkelompok maupun individu.
            Kpwan “Lestari Jaya” ini dapat dikatakan sebagai koperasi yang sehat karena dapat melaksanakan RAT secara rutin setiap tahun. Selain ketua pengurus lainnya adalah Sri Akzi Zuliati, bendahara Sri Hariati, dibantu dengan seksi usaha lainnya. hadir pula dalam RAT kali ini dari Diskoperindag, dan Dekopinda Kota Mojokerto. (Tanti)